Jurnal Ini Akan Ku Kenang! Ingat #nantirindu Masa Kuliah
Produksi Iklan Media Elektronik Dalam Perspektif
Jurnalistik
Disusun
untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester 7
Mata
Kuliah Produksi Iklan Media Elektronik
Oleh:
Herda Putri Winangrum
Mahasiswa
Program Studi Ilmu Komunikasi
Sekolah
Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung Tahun 2025
Abstract
The development of electronic media in the digital era has significantly
changed the way advertisements are produced, distributed, and received by
audiences. Electronic media advertising production no longer focuses solely on
technical audio-visual aspects but also demands a deep understanding of
communication strategies, audience behavior, and the use of digital technology
(McQuail, 2020). This article aims to examine electronic media advertising
production from a journalistic perspective, specifically the stages of message
planning, the creative process, technical production, and the evaluation of
advertising effectiveness, emphasizing the role of journalists in maintaining
the accuracy, ethics, and credibility of advertising messages in electronic
media (Belch & Belch, 2022). The writing method uses a literature review
referring to scholarly sources from the past five years. The results of the
study indicate that the success of electronic media advertising production is
largely determined by the integration of marketing communication concepts,
message creativity, appropriate media selection, and the use of digital
technology (Kotler & Keller, 2021). This study is expected to serve as an
academic reference for Communication Studies students in understanding the
practice of electronic media advertising production comprehensively.
Keywords: Advertising Production,
Electronic Media, Journalism, Digital Advertising.
Abstrak
Perkembangan media elektronik di era digital telah
mengubah secara signifikan cara iklan diproduksi, didistribusikan, dan diterima
oleh khalayak. Produksi iklan media elektronik tidak lagi hanya berfokus pada
aspek teknis audio-visual, tetapi juga menuntut pemahaman mendalam mengenai
strategi komunikasi, perilaku audiens, serta pemanfaatan teknologi digital
(McQuail, 2020). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji produksi iklan media
elektronik dalam perspektif jurnalistik, khususnya pada tahapan perencanaan pesan,
proses kreatif, produksi teknis, hingga evaluasi efektivitas iklan, dengan
menekankan peran jurnalis dalam menjaga akurasi, etika, dan kredibilitas pesan
iklan di media elektronik (Belch & Belch, 2022). Metode penulisan
menggunakan studi pustaka dengan mengacu pada sumber-sumber ilmiah lima tahun
terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan produksi iklan media
elektronik sangat ditentukan oleh integrasi antara konsep komunikasi pemasaran,
kreativitas pesan, pemilihan media yang tepat, serta pemanfaatan teknologi
digital yang berkembang (Kotler & Keller, 2021). Kajian ini diharapkan
dapat menjadi referensi akademik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam memahami
praktik produksi iklan media elektronik secara komprehensif dan berkelanjutan.
Kata kunci: Produksi
Iklan, Media Elektronik, Jurnalistik, Iklan Digital.
1.
Pendahuluan
Media elektronik memiliki peran strategis dalam dunia
periklanan modern di era digitalisasi saat ini, terutama dalam praktik
jurnalistik yang kini bersinggungan langsung dengan kepentingan komersial dan
editorial. Televisi, radio, dan media digital berbasis internet menjadi sarana
utama penyampaian pesan komersial kepada masyarakat karena memiliki jangkauan
luas dan daya pengaruh tinggi (McQuail, 2020). Dalam konteks jurnalistik, iklan
tidak hanya dipandang sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai bentuk pesan
bermuatan informasi yang harus tetap memerhatikan prinsip-prinsip jurnalistik
seperti kebenaran, kepentingan publik, dan tanggung jawab sosial media (UU Pers
No. 40 Tahun 1999).
Produksi iklan media elektronik menuntut kolaborasi
antara aspek kreatif dan teknis yang sempurna. Di sisi lain, perubahan perilaku
audiens yang semakin selektif dan kritis terhadap pesan iklan menuntut produsen
iklan untuk merancang pesan yang relevan, persuasif, dan etis (Nurhadi &
Kurniawan, 2023). Oleh karena itu, pemahaman tentang produksi iklan media
elektronik menjadi penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi agar mampu mengaitkan
teori komunikasi dengan praktik industri periklanan secara bertanggung jawab
(Belch & Belch, 2022).
Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini membahas bagaimana proses produksi iklan media elektronik ditinjau dari perspektif ilmu komunikasi dan jurnalistik, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, serta tantangan yang dihadapi di era digital yang sarat dengan konvergensi media yang terjadi (Kotler & Keller, 2021).
2.
Tinjauan
Pustaka
Produksi Iklan Media Elektronik
Produksi iklan media elektronik merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi mencakup perumusan tujuan komunikasi, penentuan target audiens, penyusunan konsep kreatif, serta penulisan naskah iklan (Belch & Belch, 2022). Tahap produksi berfokus pada proses pengambilan gambar, rekaman audio, dan pengolahan visual sesuai konsep yang telah dirancang dengan matang dan terrencana. Sementara itu, tahap pasca-produksi meliputi proses penyuntingan, pengisian efek visual dan audio, hingga finalisasi iklan sebelum ditayangkan kepada public melalui media social atau media massa lainnya (Nurhadi & Kurniawan, 2023).
Iklan dalam Perspektif Jurnalistik
Dalam perspektif jurnalistik, iklan dipahami sebagai
pesan persuasif yang diproduksi dan disiarkan melalui media massa, namun tetap
berada dalam pengawasan etika pers dan regulasi penyiaran sesuai UUD. Model
komunikasi Lasswell yang menekankan unsur komunikator, pesan, media, audiens,
dan efek menjadi landasan dalam menilai efektivitas pesan iklan di media
elektronik (McQuail, 2020). Oleh karena itu, iklan tidak boleh bertentangan
dengan nilai kebenaran dan tidak menyesatkan publik, terutama ketika
ditayangkan pada media berbasis berita.
Media Elektronik dan Perubahan Audiens
Media elektronik modern mengalami konvergensi dengan teknologi digital yang mengubah pola konsumsi audiens. Televisi kini terintegrasi dengan platform digital, radio bertransformasi menjadi layanan streaming, dan iklan video banyak didistribusikan melalui media social yang ramai digunakan oleh berbagai pihak (Kotler & Keller, 2021). Kondisi ini mengharuskan produsen iklan untuk memahami karakteristik audiens digital yang interaktif, kritis, dan menuntut konten yang autentik serta relevan dengan kebutuhan mereka (Nurhadi & Kurniawan, 2023).
3.
Metodologi
Penelitian
Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka
(library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan
dokumen regulasi yang relevan dengan tema produksi iklan media elektronik.
Sumber rujukan dibatasi pada lima tahun terakhir untuk menjaga aktualitas
kajian (McQuail, 2020). Data yang terkumpul dianalisis secara
deskriptif-kualitatif dengan mengaitkan teori ilmu komunikasi, jurnalistik, dan
praktik produksi iklan media elektronik (Belch & Belch, 2022).
4.
Pembahasan
Studi Kasus Iklan Televisi pada Media Berbasis
Jurnalistik
Produksi iklan media elektronik dalam konteks
jurnalistik dapat dilihat pada iklan yang ditayangkan di stasiun televisi
berita nasional seperti tvOne, Metro TV, dan Kompas TV. Ketiga stasiun ini
dikenal sebagai media berbasis jurnalistik yang mengedepankan prinsip
aktualitas, faktualitas, dan kepentingan publik (McQuail, 2020).
Dalam praktiknya, iklan televisi di media berita hadir
dalam dua bentuk utama, yaitu iklan komersial reguler dan advertorial. Iklan
reguler diproduksi oleh pengiklan dan ditayangkan di sela program berita,
sedangkan advertorial dikemas menyerupai liputan jurnalistik namun diberi
penanda sebagai konten iklan untuk menjaga transparansi kepada audiens (P3SPS
KPI, 2022).
Pada tahap pra-produksi, tim produksi harus
menyesuaikan konsep pesan dengan karakter audiens media berita yang cenderung
kritis dan berorientasi pada informasi. Tahap produksi menekankan penggunaan
visual dan narasi yang informatif serta tidak hiperbolik. Tahap pasca-produksi
berfokus pada penyuntingan untuk memastikan tidak adanya klaim berlebihan
maupun manipulasi fakta agar tetap sesuai dengan standar jurnalistik (Belch
& Belch, 2022).
Penguatan Aspek Etika Jurnalistik dalam Produksi Iklan
Etika jurnalistik menjadi aspek penting dalam produksi
iklan media elektronik, khususnya pada media televisi berbasis berita. Kode
Etik Jurnalistik menegaskan bahwa media harus memisahkan kepentingan editorial
dan kepentingan komersial guna menjaga independensi dan kepercayaan publik (UU
Pers No. 40 Tahun 1999).
Pelanggaran etika dapat terjadi apabila iklan
mengandung klaim yang tidak dapat diverifikasi atau disamarkan sebagai berita.
Oleh karena itu, redaksi memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan
terhadap konten iklan yang ditayangkan agar tidak menyesatkan audiens (P3SPS
KPI, 2022). Penerapan etika ini juga berkaitan dengan tanggung jawab sosial
media sebagai institusi publik yang memiliki fungsi edukatif (McQuail, 2020).
Tahapan Produksi dan Peran Kreativitas
Dalam perspektif jurnalistik, tahapan produksi iklan
tidak dapat dipisahkan dari prinsip kerja redaksional. Pra-produksi menentukan
arah pesan dan tujuan komunikasi, produksi menerjemahkan konsep ke dalam bentuk
audio-visual, dan pasca-produksi memperkuat pesan melalui penyuntingan yang
tepat (Belch & Belch, 2022). Kreativitas menjadi elemen penting, namun
harus selaras dengan nilai merek dan etika komunikasi. Pemanfaatan teknologi
digital, seperti motion graphic dan kecerdasan buatan, membuka peluang inovasi
dalam produksi iklan (Kotler & Keller, 2021).
Tantangan Produksi Iklan Media Elektronik
Tantangan utama produksi iklan media elektronik adalah
fragmentasi audiens dan tingginya distraksi media. Audiens memiliki banyak
pilihan sehingga iklan harus mampu menarik perhatian dalam waktu singkat tanpa
mengorbankan kejujuran pesan. Selain itu, perlindungan konsumen dan etika
komunikasi menjadi isu penting yang harus diperhatikan produsen iklan (Nurhadi
& Kurniawan, 2023).
5.
Kesimpulan
Produksi iklan media elektronik dalam perspektif jurnalistik
menuntut keseimbangan antara kepentingan komersial dan idealisme jurnalistik.
Setiap tahapan produksi iklan harus mempertimbangkan karakteristik audiens,
nilai jurnalistik, dan etika komunikasi. Pengawasan redaksional serta pemisahan
yang jelas antara konten editorial dan iklan menjadi kunci dalam menjaga
kredibilitas media. Bagi mahasiswa jurnalistik semester VII, pemahaman ini
menjadi bekal penting untuk menghadapi praktik industri media yang semakin
kompleks di era digital (McQuail, 2020; Belch & Belch, 2022).
6.
Daftar
Pustaka
Aaker, D. A. (2021). Managing Brand Equity. New York: Free Press.
Belch, G. E., & Belch, M. A. (2022). Advertising and Promotion: An
Integrated
Marketing Communications Perspective. New York: McGraw-Hill.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2021). Marketing Management. London: Pearson
Education.
McQuail, D. (2020). McQuail’s Mass Communication Theory. London: Sage
Publications.
Nurhadi, Z. F., & Kurniawan, A. (2023). Strategi produksi iklan
digital pada media elektronik di era konvergensi. Jurnal Ilmu Komunikasi,
18(2), 145–158.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI. (2022).
Komentar