Awal Tahun, Awal Harapan yang Terwujud
(Potret akhir 2024 di pusat Kota Sukabumi. Foto: Treesix Fotografi.)
SOMANEWS- Mengakhiri 2024 dengan penuh plot twist dan beberapa harapan di antaranya terwujud di awal 2025. Ucap syukurku tak terhingga terus berulang-ulang kepada Sang Pencipta. Aku yang terus akan menari di atas badai, menenun cahaya dalam gelapnya liku, mengukir asa di bawah panasnya ego, dan terus menerpa angin untuk menggapai apa yang menjadi ingin. Dari semua liku kehidupan yang aku alami dan dari pedih yang aku rasakan seorang diri, sama sekali tidak membuatku merasakan kebahagiaan yang utuh dan tertatih. Apa sebetulnya yang membuatku merasa tidak puas dengan hidup yang kata orang, "Enak ya jadi kamu."?
Oh, hai. Kembali denganku yang sedang mengukir sejarah kisah dalam bentuk tulisan. Ketika mulut tidak bisa mengutarakan isi hati dan pikiran melalui lisan hanya dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain, aku hanya seorang perempuan yang sedang belajar untuk menyampaikan gagasan dan isi hati kepada dunia. Bermodalkan jemari yang saat ini banyak orang bilang, 'Gemoy.', aku harap bisa memberikan rasa bangga yang melekat pada keturunanku kelak.
Aku yang tidak sempurna ini, tak luput dari bayang-bayang renjana akan sosok perempuan paling kuat yang ku temui sejak Tuhan menakdirkanku tumbuh. Namun, hal itu tidak membuatku kehilangan masa muda. Ku nikmati setiap proses dan ku jalani semua manis asamnya, membawaku ke dalam ruang rindu yang menggebu-gebu. Terlepas dari itu, ternyata Tuhan kasih aku orang-orang yang mampu menyeimbangkan kasih sayang dan perhatian yang ku rasa hilang bahkan ku pikir tidak akan aku rasakan lagi setelah kepergian Ibu.
Tepat di ruang tamu, ditemani rintik hujan dan gemuruh petir sore ini (06/01/2025), lebih lengkap ku semai dengan segelas susu dan alunan nada-nada indah berhasil menumbuhkan bunga-bunga yang mekar sempurna di balik jendela itu. Teringat pesan salah satu dosen yang ku kenal di semester empat, dan ternyata kita lahir di satu kota yang sama. Latar belakangnya sebagai jurnalis, membuat kami mampu berdiskusi lebih dari total SKS (Satuan Kredit Semester) yang ditentukan perguruan tinggi. Tidak banyak menye-menye, pesannya adalah beliau ingin melihat tulisanku setiap minggunya minimal satu yang kemudian dipublikasikan di website tulisan yang aku punya.
Kalimat yang saat itu cukup singkat, namun berdampak besar dan menumbuhkan semangat untuk aku bisa kembali menulis. Kini, rasanya tidak lagi beralasan sibuk untuk menulis, sepertinya itu hanya sebuah alibi untuk tetap menang dalam benteng pertahanan. Hmm, ku akui menulis adalah obat dari segala obat keretakan rasa. Aku menggapai ketenangan saat aku mampu meluapkan emosi-emosiku kepada dunia melalui guratan tinta hitam. Mungkin ini saatnya untuk aku memulai hal tersebut.
....
Awal Tahun, Awal Harapan yang Terwujud
Awal 2025 menjadi momen yang tak pernah aku duga sebelumnya. Mimpi dan harapan yang selama ini aku jaga dengan penuh kesabaran akhirnya terwujud. Namun, perjalanan menuju titik ini bukanlah jalan yang mulus. Banyak lika-liku, rintangan, dan badai yang harus aku hadapi di sepanjang perjalanannya.
Aku masih ingat hari-hari penuh ketegangan di rumah. Suasana yang seharusnya menjadi tempat bernaung, justru sering kali terasa seperti medan perang yang membinasakan. Suara pertengkaran yang memecah keheningan, bisikan-bisikan kekecewaan yang menggema di dinding-dinding rumah, membuat aku sering merasa terjebak dan kehilangan arah. Ada saat di mana aku hanya ingin melarikan diri, menghilang dari semua beban yang terasa menekan. Namun, aku sadar bahwa lari bukanlah solusi. Aku tetap harus berhadapan dengan kenyataan, seberat apa pun itu. Aku pasti kembali ke rumah yang sudah membesarkanku ini.
Di tengah semua ini, doa menjadi pelipur laraku. Setiap malam, aku berbicara pada Tuhan, memohon kekuatan dan petunjuk untuk aku mampu melewati ini semua. Ada keyakinan dalam hatiku bahwa badai ini akan berlalu, meski aku tidak tahu kapan. Aku belajar menghargai momen-momen kecil, seperti pagi yang tenang setelah malam penuh ketegangan atau secangkir teh hangat yang menenangkan pikiran di sore hari, hingga tegukan kopi yang aku nikmati di pojok cafe itu. Hal-hal sederhana ini menjadi sumber kekuatanku untuk terus bertahan sampai sekarang ini.
Tidak hanya rumah, perjalanan hidupku sendiri penuh dengan tantangan. Ada saat di mana aku merasa tidak cukup baik, tidak cukup kuat untuk menghadapi kejamnya dunia. Kegagalan demi kegagalan menghampiri, membuatku meragukan diri sendiri. Namun, setiap kali aku jatuh, aku memilih untuk bangkit, meski dengan langkah kecil tertatih. Aku sadar, jika aku berhenti berusaha, aku tidak akan pernah mencapai apa yang aku impikan.
Ada satu peristiwa yang selalu teringat. Suatu malam, setelah hari yang sangat melelahkan, aku duduk di teras sambil memandang langit yang ceria. Ribuan bintang-bintang berkelip, menyapa dan terus berbisik bahwa harapan masih ada. Aku memejamkan mata dan mengingat kembali tujuan hidupku. Saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyerah, untuk terus melangkah meski jalan terasa begitu panjang dan penuh duri kehampaan.
Dan kini, awal 2025, aku berdiri dan menyaksikan yang dulu hanya bisa aku bayangkan. Mimpi itu menjadi nyata. Semua rasa sakit, air mata, dan doa yang kupanjatkan akhirnya berbuah manis dan terlihat indah. Tuhan menunjukkan jalan-Nya, meskipun tidak selalu seperti yang aku harapkan. Aku bersyukur atas setiap pelajaran yang aku dapatkan di sepanjang perjalanan ini.
Perjalanan ini mengajarkanku bahwa hidup bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana kita bertahan dan belajar di setiap langkah-langkah kecilnya. Badai yang datang bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk membentukku menjadi pribadi yang lebih kuat di atas perahu kehidupan.
Awal tahun ini adalah awal yang baru, bukan hanya untuk mimpi-mimpiku, tetapi juga untuk diriku sendiri. Aku belajar mencintai perjalanan ini, dengan segala suka dan dukanya. Aku akan terus melangkah dengan keyakinan bahwa apa pun yang terjadi, aku akan baik-baik saja. Dunia ini penuh keajaiban, dan aku siap untuk menjelajahi setiap sudutnya dengan semangat baru.
....
Salam tulisan misna!

Komentar