Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi yang membentuk diri

Cahaya di Balik Retakan: Cerita Patah Hati yang Nggak Ngehancurin, Tapi Ngebentuk

Gambar
Sumber: Istimewa SOMANEWS . Hai, guys. Huhu maaf ya enam bulan lamanya tidak menyapa. Emang sok sibuk sih anaknya, hehe. Dari berbagai pengalaman pribadi dan cerita dari sahabat-sahabatku, kali ini aku mau menuliskan sebuah puisi tentang bagaimana kita berani bertumbuh mengikuti cahaya dari reatakan yang mungkin orang lain belum tentu sadar.  Ya, patah hati itu nggak selalu datang dalam bentuk nangis kejer tengah malam, dan di dramatisasi dengan sunyi malam. Kadang, ia hadir lebih pelan—saat kita ketawa tapi rasanya kosong, saat denger lagu favorit tapi tiba-tiba pengen skip, atau saat sadar kalau orang yang dulu jadi tempat pulang, sekarang cuma nama di daftar chat yang seperlunya aja jalin komunikasi. Aku pernah ada di fase itu. Nggak dramatis, tapi berat. Nggak hancur, tapi retak. Di usia yang katanya lagi sibuk-sibuknya ngejar mimpi, patah hati justru ngajarin aku buat berhenti sebentar dan menyelami setiap makna sudut dan kalimatnya. Buat nanya ke diri sendiri: “Sebenernya, ak...