Aku, Perempuan dengan Segudang Asa
SOMANEWS - Setiap perempuan punya kisahnya sendiri. Aku, dengan tubuh mungil dan gemoy, membawa segudang asa yang tak terbendung di lautan manapun. Mungkin langkahku tak selalu besar, tapi semangatku tak pernah kecil.
Aku menyampaikan ekspresi bukan dengan suara lantang, tapi lewat tulisan yang mencerminkan apa yang aku alami—tangis, tawa, bahagia, harapan, dan perjuangan. Inilah aku, perempuan dengan mimpi besar, dan jutaan ekspresi menemaninya.
Dunia sering kali memandang sebelah mata pada hal-hal yang kecil. Seolah hanya mereka yang gagah dan lantang yang pantas didengar, hanya mereka yang tinggi yang mudah terlihat.
Tapi aku percaya, keunikan adalah kekuatan. Aku, perempuan mungil dengan tubuh gemoy, membawa impian sebesar semesta.
Dulu, aku sering merasa bahwa aku harus lebih dari diriku sendiri untuk diterima. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar bahwa aku tidak perlu menjadi orang lain.
Aku adalah aku, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kupunya. Aku tidak harus bersuara lantang untuk didengar, karena aku punya caraku sendiri: menulis.
Menulis adalah caraku bernapas di dunia yang bising. Setiap pengalaman, baik pahit maupun manis, kutuangkan dalam kata-kata.
Aku menjahit luka dengan aksara, menyimpan tawa dalam bait-bait puisi. Aku menuliskan mimpi agar ia tidak sekadar angan, tetapi menjadi doa yang kutitipkan pada semesta.
Aku percaya bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk bersinar. Ada yang bersinar lewat suara, ada yang bersinar lewat aksi, dan ada pula yang bersinar lewat tulisan.
Aku memilih jalanku sebagai penyampai ekspresi, sebagai perempuan yang menuliskan apa yang dirasakannya, agar jejak-jejak kecilku tetap ada, bahkan ketika aku sudah tiada.
....
Puisi: Aku dan Segudang Asa
Aku, perempuan bertubuh mungil,
namun mimpiku menjulang tinggi.
Gemoy bukan penghalang,
tapi keunikan yang kubanggakan.
Aku melangkah dengan harapan,
meski dunia kadang menertawakan.
Tak perlu suara lantang untuk didengar,
cukup pena dan kata yang berbicara.
Setiap luka, kujahit dengan aksara,
setiap tawa, kusimpan dalam baris puisi.
Aku menyusun mimpi dari cerita,
menulis asa agar tetap abadi.
Biarlah tubuhku mungil di dunia nyata,
tapi di lembaran ini,
aku seluas cakrawala.
....
Menjadi seorang perempuan dengan segudang asa bukanlah hal yang mudah. Terkadang dunia meragukan, terkadang rasa percaya diri goyah. Namun, selama ada keyakinan dalam hati, selama ada keinginan untuk terus melangkah, tidak ada yang bisa membatasi mimpi.
Aku akan terus menulis, terus bermimpi, dan terus menjadi diriku sendiri. Karena pada akhirnya, bukan seberapa besar langkah yang menentukan, tetapi seberapa teguh hati untuk terus berjalan.
Untuk semua perempuan di luar sana, teruslah bersinar dengan caramu sendiri.
Salam tulisan misna!
24 Februari 2025
Komentar