Produktif di 9/365

Hal apa yang kamu syukuri hari ini? Kalo ditanya kayak gitu, mungkin aku bakal jawab, 'Hari ini adalah hari dengan mood yang baik dan berdampak besar untuk aku lebih mencintai hidupku.'

Diawali dengan aku yang bangun pagi dengan segar setelah malam yang penuh teka-teki. Kemudian peran pertama yang aku lakukan adalah sebagai ibu rumah tangga.

Emang sih sebetulnya punya suami aja belum. Kegiatan beberes rumah yang jadi rutinitasku di pagi hari itu, jadi awal yang cukup baik untuk melengkapi jadwal olahraga yang aku buat.

Kurang lebih enam tahun ini, aku terus berusaha untuk ikhlas dan menerima dengan lapang dada atas kepergian ibu, yang mengharuskanku memiliki peran ganda diusia yang cukup muda.

Karena malam sebelumnya sudah dipesan, setelah kegiatan beberes itu selesai dipukul 07.30 wib aku langsung menghubungi Pap Unyun, membangunkannya untuk jadwal kegiatan hari ini (09/01/2025) bersama KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Sukabumi.

Dilanjutkan dengan merapikan pakaian yang sudah tergantung kusut selama beberapa hari terakhir. Agak numpuk memang, karena kegiatanku banyak di luar rumah. 

Aku senang merapikan rumah. Apalagi kalau moodnya baik, suasana rumah nyaman, stabil dan berbunga-bunga bak taman terindah bener-bener jadi support buatku. Selesai di jam 12.00 wib, apa yang aku lakukan?

Iya, makan. Di mana sarapan dan makan siang diwaktu yang sama ngasih feel yang luar biasa hebatnya. Perut kenyang biasanya dilengkapi kantuk pengen rebahan. Tepat di pukul 13.13 wib, aku memutuskan untuk sejenak menutup indera penglihatan dengan istirahat tidur siang.

Terbangun di jam menuju ashar. Ada empat kabar baik menyambut bersamaan. Seolah melambai, merangkul, dan menuntunku untuk produktif setiap saat. Aku si anak gak bisa diem, senang sekali mendapat kabar itu.

Cus, gak lama dari itu aku langsung ketemu sama salah satu pengelola media Instagram di Kota Sukabumi. Bertukar pikiran yang akhirnya memunculkan kerja sama antara aku dan manajemennya, kami harap akan berjalan baik dan selaras ke depan. 

Selepas itu, aku dijemput Pap Unyun untuk pulang. Tapi sebelumnya, kita mampir dulu ke salah satu toko Adventure dan kantor PWI Kota Sukabumi untuk sejenak rehat dan berdiskusi, mengevaluasi apa yang terjadi hari ini dan bagaimana esok akan lebih baik. Lepas itu jalan pulang. 

Kira-kira 20 meter lagi menuju ke rumah, kita liat jalur disebrang sana dipenuhi kendaraan roda dua hingga terang lampu berwarna merah dari mobil polisi laka lantas mengisyaratkan adanya peristiwa darurat.

Tak pikir panjang, kamipun bergegas menghampiri. Saat sampai di lokasi, ternyata dua korban meninggal dunia dan satu luka kritis dilarikan ke RSUD Kota Sukabumi karena kecelakaan.

Aku selalu mengamati cara kerja seorang wartawan. Bagaimana mereka mendapatkan informasi valid dan terpercaya dari sumbernya, hingga pentingnya kemampuan berkomunikasi dengan baik aku dapatkan dari sini.

Saat informasi yang didapat sudah cukup, pukul 22.33 wib kembali ke rumah diantar dengan selamat oleh Pap Unyun hanya dengan berjalan kaki. Ya, karena emang sedekat itu. 

Sebelum tengah malam, terjadi diskusi yang membuka wawasan bersama dosenku. Pak Dery namanya. Asupan berdaging juga aku dapet dari beliau.

Agar tetap waras, kita refresh otak dengan candaan di salah satu grup sosial, bersama mereka yang tentunya bapak-bapak semua. Terakhir sebelum lelap, aku kembali mengguratkan tinta hitam untuk kemudian dikenang suatu hari nanti. 

Dan cerita hari ini, ditutup dengan senyum syukur yang selalu akan aku pertahankan. Selamat dini hari (10/01/2025), tunggu cerita harianku esok lagi, ya.

Salam tulisan misna!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu: Momen Sederhana yang Penuh Makna

Ngobrolin Cinta? Cek Ini Menurut Psikologi dan Filsafat!

Awal Tahun, Awal Harapan yang Terwujud